Selasa, 19 Maret 2019

Bukti Perjalanan Mobile Legends Bangun Ekosistem Esport di Indonesia


Mobile Legends Professional Leagues Indonesia atau MPL ID season ke 4 baru saja memasuki babak Grand Final. Sejak babak reguler season, dukungan dari para penggemar tak pernah surut dan justru makin panas menjelang puncak kejuaraan Mobile Legends terbesar di Asia ini. Untuk info lanjut, cek di Warta Games atau di https://www.wartagames.com saja.

Bukti Perjalanan Mobile Legends Bangun Ekosistem Esport di Indonesia

Mobile Legends Bantu Bangun Ekosistem Esport di Indonesia
Bisa dikatakan, tahun 2018 adalah tahun kebangkitan dunia esport di Indonesia meskipun sebenarnya ia sudah lahir lebih dulu pada tahun 2003 silam melalui World Cyber Games atau WCG lalu. Hanya saja, saat itu bisa dibilang perkembangan dunia esport ini masih jalan di tempat dan banyak sekali hambatannya.

Turnamen yang diadakan pun masih dikenal sebagai industri game online dan belum ada pemain yang digaji hanya untuk mengejar prestasi di bidang ini. Namun, pada awal tahun 2016, mulailah muncul generasi baru yang sudah mengenal istilah esport dan mengenal konsepnya di industri hiburan.

Esport sendiri adalah turnamen game daring yang dipertontonkan untuk khalayak yang lebih luas. Jadi dulu, oleh karena keterbatasan teknologi, jaringan internet dan keterbatasan SDM, orang yang bisa menonton turnamen ini hanyalah mereka yang datang ke lokasi karena belum ada yang disebut dengan live streaming.

Inilah yang membuat industri ini tak berkembang. Namun, lewat faktor internal dari dalam game, ada banyak muncul fitur baru yang diberi nama Spectator Mode yang diperuntukkan bagi mereka yang suka menonton ketimbang bermain game-nya. Nah, mode inilah yang mempermudah sebuah turnamen bisa melakukan live streaming untuk ditonton bersama.

Dari sini, didapat data bahwa para gamer di seluruh dunia termasuk di Indonesia menunjukkan bahwa game MOBA atau Mobile Legends adalah yang paling banyak dimainkan dan disukai di Asia Tenggara. Dari awal perilisannya, sebenarnya perkembangan ini sudah cukup berasa.

Bisa dilihat dari banyaknya orang yang memperbincangkan MLBB di media sosial dan ternyata banyak juga yang memainkan MOBA di ponsel mereka. Selain itu, data instalnya juga banyak dan dari data itu menunjukkan bahwa banyak sekali gamers yang memainkannya setiap hari.

Relevansi Perkembangan Industri dan Ekosistem Esport dengan Mobile Legends
Pengaruh Mobile Legends ke industri esport di Indonesia sebenarnya diawali dengan seri Mobile Legends Bang Bang Southes Asia Cup pada tahun 2017 lalu. Saat itu, kualifikasi MSC 2017 digelar di Indonesia di Gandaria City. Ternyata, ada banyak sekali peserta yang ikut bergabung dan Saints Indo keluar sebagai juaranya.

Pasca kualifikasi yang dilakukan di Gandaria City, Indonesia ikut dalam gelaran utama MSC 2017 di Mall Taman Anggrek yang diikuti lima negara yakni Indonesia, Thailand, Filifina, Singapura dan Malaysia. Dari sinilah, banyak pemain esport Indonesia mulai mencuat ke permukaan.

Namun, meski mendapat sambutan yang cukup antusias dari para pemainnya, MSC 2017 hanyalah sebuah pengantar saja. Sebab, masih ada Mobile Legend Bang Bang Professional Legague Indonesia yang berhasil memecahkan kebuntuan esport yang menjangkau khalayak luas termasuk pemerintah dan perilaku industri non endemik di Indonesia.

Kini, Mobile Legends Premier League sudah memasuki season keempat. Tentunya, di masa ini, MPL Indonesia menjadi lebih terkenal dibandingkan sesi sebelumnya. Peminatnya pun juga makin lama makin bertambah banyak. Anda juga bisa melihat banyak perkembangan esport seperti dari Mobile Legends ini di Warta Games saja.

EVOS Hadir Sebagai Juara di MPL Season 4
Kompetisi MPL atau Mobile Premier League Indonesia season keempat baru saja berakhir pada 13 Oktober 2019 lalu. EVOS yang merupakan salah satu tim Mobile Legends Bang Bang berhasil keluar sebagai juara setelah meraih peringkat tertinggi di klasemen akhir reguler season yang berlangsung antara 23 Agustus hingga 13 Oktober 2019 lalu.

Sebelumnya, ada enam tim yang berhasil berlaga hingga babak grand final yang diadakan di Tennis Indoor Stadium Gelora Bny Karno pada Minggu, 27 Oktober 2019 lalu. Mereka akan saling berlaga untuk memperebutkan total hadiah sebesar 300 ribu dolar Amerika. Selain EVOS, tim lain yang berlaha di sini adalah RRQ, Alter Ego, AURA, ONIC dan Bigetron.

Rupanya, mereka tak hanya memperebutkan uang tunai saja. Mereka yang bertanding di babak final ini juga akan memperebutkan dua tiket untuk bertanding di kejuaraan dunia MLBB M1 World Championship 2019 nanti. Pada pertandingan final terakhir, EVOS harus berhadapan dengan tim RRQ yang cukup kuat.

RRQ sendiri melaju ke Grand Final setelah mengungguli tim Alter Ego dengan skor 2 – 0. Pertemuan antara dua tim ini seolah mengulang sejarah MPL ID season kedua yang digelar di JX Internasional Convension Center Surabaya tanggal 17 hingga 18 November 2018 lalu.

Game berlangsung dalam empat babak. Pada game pertama RRQ berhasil mengamankan kemenangan setelah menggunakan strategi yang tak terduga lawan. Di babak kedua, EVOS berhasil membalik keadaan meskipun sebelumnya menggunakan cara yang tak meyakinkan. Skor berubah menjadi 1 – 1 dan membuat babak ketiga harus dipertandingkan.

Di babak terakhir, EVOS memberikan kejutan dengan tampil lebih agresif dan percaya diri dari awal permainan. Hasilnya, EVOS berhasil mengunci kemenangan meski pada awalnya mereka tak dijagokan sama sekali untuk menang melawan RRQ. Game keempat dimainkan dan EVOS sempat tertekan di awal permainan.

Namun, setelah berjalan sekitar 10 menitan, tim tersebut berhasil mendapatkan networth dengan selisih 13K Gold. Hal ini membuat EVOS tak sanggup dibendung lagi dan berhasil mengamankan piala MPL ID setelah gagal di season sebelumnya.

Pada awal ajang season keempat ini dimulai, sebenarnya RRQ dan EVOS sudah pernah bertemu di awal. Pada saat ini, EVIS berhasil membawa kemenangan dengan mudah atas RRQ berkat split push yang menakjubkan dari EVOS. Selain itu, mereka juga berhasil menunjukkan kemampuan bertahan dan menyerang yang seimbang selama permainan itu.

Meski pada final pertandingan berjalan agak berbeda, namun hasilnya tetap sama. Walau pada akhirnya RRQ harus kalah di tangan EVOS untuk kedua kalinya di season yang sama, namun EVOS dan RRQ tetap jadi wakil Indonesia di ajang M1 World Championship 2019 yang akan mempertemukan 16 tim Mobile Legend terbaik dari 14 negara di dunia.

Turnamen ini merupakan turnamen pertama kali pada ajang kompetitif Mobile Legend Bang Bang untuk tingkat dunia. M1 ini nantinya akan menyajikan total hadiah lebih dari 250 ribu dolar Amerika dan akan diselenggarakan pada bulan November di Axiata Arena, Malaysia atau lebih tepatnya pada tanggal 15 hingga 17 November 2019 mendatang.

Perkembangan dunia esport di Indonesia memang sempat mati suri. Namun, perkembangannya kian hari juga menunjukkan angka yang baik. Terbukti, banyak gamers Indonesia di bidang game Mobile Legends yang berhasil tanding di kompetisi luar. Untuk info lebih lanjut, Anda bisa cek di Warta Games atau di https://www.wartagames.com/.